; SELAMAT DATANG DIWEBSITE RESMI SMPN 1 BASO
Pencarian
Waktu Agam
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Agenda
09 June 2026
M
S
S
R
K
J
S
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

Virus Corona Menguji Karakter Siswa, Kita yang Menilai!

Tanggal : 05-06-2020 07:44, dibaca 168 kali.
Hadirnya virus corona di Indonesia sejak bulan Februari lalu hingga sekarang tidak hanya mendatangkan ujian di bidang kesehatan, tetapi juga ujian pendidikan karakter. Pada masa pandemi virus corona saat ini karakter siswa diuji apakah dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau hanya sebatas di sekolah saja.

Suka duka pembelajaran di rumah menggunakan media daring sedikit banyak telah kita rasakan. Termasuk juga karakter siswa dapat kita nilai saat pembelajaran daring berlangsung. Menyimak beberapa berita yang muncul belakangan ini seiring dengan kebijakan belajar dari rumah memang sungguh mengecewakan. Masa diterapkannya kebijakan belajar dari rumah tidak digunakan sebagaimana mestinya. Siswa justru memanfaatkan momen belajar dari rumah untuk keluyuran, main di warnet, main PlayStation, dan nongkrong di cafe-cafe.

Kasus lebih mengejutkan lagi di masa pandemi virus corona, masih terdapat siswa yang melakukan tawuran. Dikutip dari kompas.com, aksi tawuran itu terjadi di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada tanggal 23/3/2020. Setelah kasus itu di susul lagi dengan kasus tawuran yang terjadi di Tol Cisumdawu, Sumedang, Jawa Barat pada hari Kamis, tanggal 26/3/2020.

Dari kejadian ini kita dapat melihat beberapa nilai pendidikan karakter belum sepenuhnya melekat dalam hati dan pikiran sebagian siswa. Misalnya, nilai kedisplinan, bertanggungjawab, peduli sosial dan cinta tanah air. Dari segi kedisiplinan, siswa masih belum bisa menunjukkan sikap tertib dan taat terhadap imbauan untuk berada di rumah dan melakukan pembatasan sosial.

Dari segi bertanggungjawab dan peduli sosial, sebagian siswa masih belum bisa bertanggungjawab terhadap kesehatan dan keselamatan dirinya sendiri dan orang lain. Siswa juga masih kurang peduli terhadap lingkungan sekitar yang menerapkan pembatasan sosial.

Permasalahan-permasalahan yang disebutkan di atas masih menjadi pekerjaan rumah bagi orangtua, guru dan institusi pendidikan untuk mengontrol, mendidik dan meningkatkan karakter baik siswa. Adanya siswa yang masih keluyuran, nongkrong, dan bermain di rental game online, serta tawuran 
menjadi sentilan terhadap penguatan pendidikan karakter yang selama ini digaungkan.


Oleh karenanya, sinergi antara orangtua, sekolah dan masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.  Orangtua dan masyarakat dapat mengontrol kegiatan siswa selama berada di rumah dan lingkungan masyarakat. Menegur dan memberi sanksi jika dipandang perlu terhadap siswa yang tidak mengikuti imbauan pemerintah dalam usaha menekan jumlah peningkatan virus corona.
Sumber : metropolitan.id





 



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas